Rabu, 24 April 2013

Bertahan Dengan Nafkah Halal


Sudah lama tidak merasakan kenyamanan dalam ibadah? Maaf bila pertanyaan ini terasa kurang sopan. Namun sering didapati pada zaman belakangan ini manusia-manusia para hamba Allah yang tiada lagi merasa nikmat bersujud. Tidak hadir hatinya saat menegakkan shalat. Tidak tergugah nuraninya saat berbagi. Tidak khusyuk ketika berdoa. Dan banyak lagi perumpamaan yang semisal.
Bila itu yang dirasakan, maka introspeksilah diri. Apakah ada hal keliru yang pernah kita lakukan. Atau mungkin, periksalah nafkah dan apa yang Anda makan!
Boleh jadi hijab penghalang antara kita dengan Allah Tuhan Yang Disembah saat kita beribadah kepadaNya adalah makanan dan nafkah yang tidak halal yang pernah masuk ke dalam lambung kita.
Dari Ibnu Abbas ra berkata; dibacakan dihadapan Rasulullah SAW ayat ini: "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi", (QS. 2: 168). Usai mendengarkan ayat ini maka bangkitlah Saad ibnu Waqqas r.a seraya berkata: "Ya Nabiyallah berdoalah kepada Allah agar Dia menjadikanku orang yang dikabulkan doanya!" Maka bersabda Rasulullah SAW: "Ya Saad, baguskanlah makananmu maka engkau akan menjadi orang yang terkabul doanya. Demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya seorang hamba menelan benda haram ke perutnya, tidak akan terkabul amalnya selama empat puluh hari, dan siapapun dari seorang hamba yang tumbuh dagingnya dari yang haram maka neraka lebih berhak baginya." HR. Thabrani

Hadits di atas menjelaskan kepada kita bahwa doa hanya diijabah bagi orang yang makan dari harta yang halal. Harta syubhat apalagi haram menyebabkan doa dan ibadah terhalang selama 40 hari, dan itu akan menghempaskan dirinya ke dalam jurang neraka. Naudzubillah!!!

Dalam hadits lain, Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa telah bersabda Rasulullah SAW: "Akan datang kepada manusia suatu zaman yang seseorang tidak perduli apa yang diambilnya dari yang halal atau yang haram". HR. Bukhari

Dan hadits ini belakangan telah terbukti dengan seringnya kita mendengar seseorang yang berseloroh, "Hari gini nyari yang haram aja susah, apalagi yang halal?!"
Ucapan dan kalimat seperti ini meski terkesan bercanda, namun dapat mematikan semangat seorang muslim untuk mengais rezeki halal dalam kehidupan.

Karena itu, amat penting dituntut dari seorang muslim yang mencari nafkah untuk tidak tergoda dengan yang haram. Ketahuilah bahwa karunia Allah Swt yang halal itu tiada berbilang, lalu mengapa mengambil yang haram dan terbatas?
Teruslah bertahan untuk mencari nafkah yang halal, sebab dalam nafkah yang halal terdapat keberkahan dan energi penguat untuk beribadah!


Menghafal Alquran Itu Mudah




 
Allah menurunkan Alquran sebagai petunjuk dan tuntunan hidup manusia.
Selama berabad- abad lamanya Alquran tetap terjaga keaslia nya dan tidak
ada seorang pun yang mampu mengubahnya walaupun hanya satu ayat.

Ini karena Allah yang memberikan jaminan bahwa Dia yang akan menjaga sendiri kemurnian kitab suci yang diturunkannya tersebut.

Rasulullah
SAW dan para sahabat menghafal Alquran dengan begitu mudah. Mereka
menyimpan ingatan ayat demi ayat, surah demi surah yang begitu banyak.
Mereka adalah orang yang pertama kali menghafal, memahami, dan
mengamalkan ajaran Alquran selama hidupnya.

Buku ini membahas
tentang metode menghafal Alquran yang bernama Kauny Quantum Memory.
Menurut penulis, salah satu teknik yang digunakan adalah baby reading. Teknik ini untuk memudahkan hafalan dan bacaan.

Secara
sederhana, teknik ini seperti kita mengajarkan kata demi kata kepada
anak-anak. Kita tak perlu mengeja atau menjelaskan deretan huruf yang
ada, tetapi langsung mencontohkan bunyi tersebut. Lalu membacanya
berulang-ulang agar terekam dalam ingatan.

Ibaratnya, kita
mengajarkan anak naik sepeda. Kita tak perlu menjelaskan kepada anak
mana sadel, ban, jari-jari, atau stang. Tak perlu juga kita menjelaskan
definisi, makna, serta asal-usul sepeda. Hal yang perlu kita lakukan
adalah menyuruh anak naik sepeda, lalu kayuh, dan terus kayuh. Yang
terpenting adalah bagai mana sang anak mau berlatih berulang-ulang
hingga bisa mengendarainya dengan senang.

Teknik ini sebenarnya
pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah hanya membaca langsung
rangkaian huruf tanpa mengeja dari ayat yang langsung didengarnya dari
Malaikat Jibril. Demikian juga para sahabat, mereka hanya mendengar
langsung ayat tersebut berulang-ulang hingga mereka menyerap dan
menghafalnya dengan mudah.

Beberapa kelebihan metode Kauny
Quantum Memory, antara lain program pelatihannya dijalankan secara
profesional, metode pembelajarannya sistematis, mudah, dan cepat,
menggunakan metodologi yang berdasarkan riset dan uji coba, menggunakan
metode relaksasi untuk menghafal, dan membangkitkan ketajaman panca
indera dan kemampuan bawah sadar untuk menghafal. Bagi Anda yang sangat
menginginkan bisa menghafal Alquran, metode ini bisa menjadi salah satu
pilihan.

Kebanggaan Orang Tua di Dunia & Akhirat



Malam itu saya dan istri sedang mampir di sebuah warung es kelapa di pinggir jalan. Bukan rasa haus yang membuat saya singgah di situ. Apa alasannya,saya sendiri belum mengerti.
 
Di sana terlihat seorang pria yang tengah duduk menikmati es kelapa. Sedang pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal Medan yang saya duga dari logat bicara mereka.

Kami berdua memesan es kelapa. Tak lama kami pun menikmatinya sambil berbincang sana-sini menikmati malam yang kami jalani bersama. 

Lalu datanglah seorang bocah berusia 7 tahun kira-kira. Bocah itu mendekati kedua pemilik warung sambil cium tangan. Bocah itu mengenakan peci putih dan baju taqwa. Sepertinya ia baru usai mengaji.

Pria pembeli yang datang sebelum kami membuka tanya, " Itu anak bapak ya?" Pertanyaan itu dibenarkan oleh penjual es kelapa. Pria pembeli lalu menyapa si bocah, "Habis pulang ngaji ya nak?"

Anak itu mengangguk memberi jawab. "Ngajinya sudah sampai surat apa?" tanya pria tadi. "Surat Al Mulk" jawab anak itu singkat. Mendengar jawab bocah itu, saya dan istri mulai tertarik dan pasang telinga. Pada saat yang sama, kedua mata ini mendapati mimik bangga yang tersirat di wajah kedua orang tuanya yang berpofesi sebagai penjual es kelapa. 

Pria tadi melanjutkan tanya, "Apakah kamu hafal surat Al Mulk?" Anak itu menjawab dengan anggukan. "Apakah boleh saya uji hafalanmu?" tanya pria tadi kepada sang bocah. Lagi-lagi si bocah menjawab dengan anggukan.